Рrediksi Persijap Jepara vs PSIM Yogyakarta
Last match PSIM Yogyakarta - Persijap Jepara on 11/03/2026
-
23/12/25
07:00
|
Ronde 15
-
- 1 : 1
- Selesai
Ulasan pertandingan
Prediksi pertandingan
Karena Anda telah membaca ulasan lengkap pertandingan ini, kami memiliki prediksi akurat untuk pertandingan antara tim Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta. Karena detail berdasarkan statistik dan analisis, kami dapat dengan aman mengatakan bahwa Kesempatan Ganda - X2 akan menjadi pilihan terbaik untuk bertaruh dalam pertandingan ini.
23/12/2025
Koefisien pada saat publikasi ramalan 23.12.2025 18:40
Persijap Jepara gambaran
PSIM Yogyakarta gambaran
| # | Tim | GYD | W | S | M | S | PK | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 5 | 13 | 6 | 4 | 3 | 16:15 | 1 | 22 | |
| 16 | 13 | 2 | 2 | 9 | 13:23 | -10 | 8 |
Statistik perbandingan
Anda juga dapat mengikuti informasi menarik lainnya tentang tim Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta dalam 10 pertandingan terakhir, seperti jumlah kemenangan, seri, kekalahan, dan statistik gol yang dicetak dan kebobolan.
1 - Menang
1 - Menarik
8 - Kerugian
Menang - 5
Menarik - 2
Kerugian - 3
Selisih Gol
9
18
mencetak gol
kebobolan
13
13
- 0.9
- Gol dicetak per pertandingan
- 1.3
- 1.8
- Kebobolan gol per pertandingan
- 1.3
- 33.3'
- Menit/Gol dicetak
- 34.6'
- 2.7
- Rata-rata gol pertandingan
- 2.6
- 27
- Gol
- 26
Prediksi lainnya
Ajax Sarkkiranta
Kemin Palloseura
Membaca
KoPa
Lautp/2
Membaca
Hacken (Women)
Rosengard (Women)
Membaca
Kristianstads (Women)
Uppsala (Women)
Membaca
Dinamo Tbilisi
Samgurali Tskhaltubo
Membaca
FC Tallinn
Tallinna FC Flora II
Membaca
Siapa vang akan melang?
- Persijap Jepara
- Seri
- PSIM Yogyakarta
Apakah kedua tim akan mencetak gol?
- Iya
- Tidak
Siapa yang akan mencetak gol pertama?
- Persijap Jepara
- Tidak ada gol
- PSIM Yogyakarta
1 - Menang
1 - Menarik
8 - Kerugian
Menang - 5
Menarik - 2
Kerugian - 3
Selisih Gol
9
18
mencetak gol
kebobolan
13
13
- 0.9
- Gol dicetak per pertandingan
- 1.3
- 1.8
- Kebobolan gol per pertandingan
- 1.3
- 33.3'
- Menit/Gol dicetak
- 34.6'
- 2.7
- Rata-rata gol pertandingan
- 2.6
- 27
- Gol
- 26
Dalam musim yang menegangkan, Persijap Jepara telah berjuang, hanya meraih dua kemenangan dari 13 pertandingan, sambil menghadapi sembilan kekalahan dan total hanya 16 gol tercetak. Rata-rata gol per pertandingan mereka berada di angka 0.38, mengungkapkan kurangnya daya serang. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta telah berkembang, mengumpulkan enam kemenangan dan berbagi lapangan dalam empat hasil imbang, menunjukkan serangan yang lebih kuat dengan 7 gol tercetak. Sementara itu, pertahanan mereka tetap solid, hanya kebobolan 5 gol, memungkinkan mereka untuk mempertahankan pendekatan yang seimbang dalam permainan. Musim ini, perjalanan yang bertolak belakang dari kedua tim ini menyoroti ketegangan yang tidak dapat diprediksi dalam sepak bola, saat PSIM mengincar playoff sementara Persijap mencari kebangkitan.
Mencetak Gol
Statistik dari Persijap Jepara pertandingan dan PSIM Yogyakarta pertandingan dalam turnamen Super League
Seiring musim berlangsung, persaingan antara Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta menambah warna pada liga. Persijap, dengan output gol yang stabil sebesar 1 per pertandingan, telah menunjukkan ketahanan tetapi kesulitan untuk menembus pertahanan, sering kali gagal mencetak gol pada momen-momen krusial. Sebaliknya, PSIM memiliki serangan yang lebih tajam, rata-rata 1,23 gol per pertandingan, dan mereka lebih sering menemukan jala di kedua babak. Meskipun kedua tim berbagi catatan menyakitkan 23 pertandingan tanpa mencetak gol, PSIM bangkit, mengamankan gol pada momen-momen penting dengan kecenderungan luar biasa untuk mencetak di tahap akhir. Melihat ke depan, setiap pertandingan menawarkan kanvas segar bagi klub-klub ini untuk melukiskan aspirasi mereka—Persijap mencari konsistensi sementara PSIM mengejar kejayaan yang lebih besar.
Kebobolan gol
Statistik dari Persijap Jepara pertandingan dan PSIM Yogyakarta pertandingan dalam turnamen Super League
Musim ini, Persijap Jepara menghadapi tantangan besar di lini pertahanan, kebobolan rata-rata 1,77 gol per pertandingan, sementara PSIM Yogyakarta memiliki angka yang lebih kuat yaitu hanya 1,15. Sementara itu, perjuangan Jepara dibuktikan dengan tingkat clean sheet yang minim sebesar 8%, sangat kontras dengan impresifnya 38% milik Yogyakarta. Yang terakhir bersinar di babak pertama, mencatatkan tingkat keberhasilan 69% dalam menjaga lawan tetap tidak berdaya. Dalam putaran nasib yang mengejutkan, saat Jepara berjuang dengan rata-rata kebobolan yang meningkat di babak kedua sebesar 1 gol, PSIM tetap tangguh, hanya kebobolan 0,85. Melihat ke depan, catatan defensif yang kontras menyiapkan panggung untuk pertandingan menarik antara kedua klub ini. Dapatkah Persijap memperketat lini pertahanan, atau akankah PSIM terus memanfaatkan kekuatan pertahanan mereka?
Statistik Handicap Gol
Seiring dengan berjalannya musim, Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta menggambarkan perbedaan yang mencolok di lapangan. Persijap, meskipun tangguh, berjuang di tepi, terutama dengan tingkat keberhasilan yang minim sebesar 15% ketika menghadapi handicap -0.5. Sebaliknya, PSIM melangkah dengan percaya diri, menunjukkan prestasi luar biasa dengan 92% pada +2.5. Dalam panasnya babak pertama, kedua tim menunjukkan ketahanan; Persijap berhasil hanya 54% dengan handicap +0.5, sedangkan PSIM mencetak sempurna 100% pada +1.5. Sementara itu, kekuatan PSIM di akhir pertandingan bersinar, dengan keberhasilan 77% pada handicap +1.5, meninggalkan kinerja babak kedua Persijap tertinggal. Panggung telah disiapkan untuk persaingan yang mendebarkan saat masing-masing tim bersaing untuk supremasi, bersemangat untuk meraih setiap peluang untuk mengatasi rintangan.
Gol berdasarkan Periode Waktu
Dalam panasnya musim ini, Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta melukiskan gambaran yang kontras. Intensitas permainan awal Persijap bersinar, dengan 19% gol tercipta dalam 15 menit awal. Mereka sering memanfaatkan momentum mereka, menunjukkan keluaran yang stabil sebesar 24% di akhir pertandingan, yang menunjukkan daya tahan mereka. Namun, dalam suatu putaran yang menakjubkan, PSIM mendominasi skenario akhir permainan, dengan efisiensi luar biasa sebesar 34% di momen-momen terakhir, membuktikan bahwa mereka adalah penyelesaian sejati ketika itu penting. Sementara itu, kedua tim berjuang untuk menemukan ritme mereka di sekitar tanda 20 menit, terhenti di 0%. Seiring musim berjalan, dinamika ini menjanjikan bentrokan yang mendebarkan, masing-masing berusaha memanfaatkan kekuatan mereka dan mengeksploitasi kelemahan lawan.
MSK berdasarkan Babak Pertama / Kedua
Musim ini, bentrokan para raksasa antara Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta terungkap seperti saga yang menegangkan. Kesulitan Persijap di babak pertama sangat terlihat, dengan rasio kemenangan hanya 8%, tertutupi oleh persentase kerugian yang mengkhawatirkan sebesar 46%. Sementara itu, PSIM menunjukkan bakatnya, meraih 31% dari pertandingan babak pertama mereka. Babak kedua menceritakan kisah yang berbeda; sementara performa Persijap menurun secara signifikan, hanya menghasilkan 23% kemenangan, PSIM bangkit seperti phoenix, dengan rasio keberhasilan yang luar biasa sebesar 46%. Seiring berjalannya musim, kedua tim bersiap untuk pertarungan mendebarkan. Akankah Persijap menemukan ritme mereka, atau akankah momentum PSIM membawa mereka menuju kemenangan?
Pencetak Gol Pertama
Musim ini, Persijap Jepara telah berjuang untuk memimpin, hanya mencetak gol pertama sebesar 8% dari waktu. Sementara itu, rival mereka, PSIM Yogyakarta, telah menemukan kesuksesan, mencetak gol sebesar 31%. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan penting dalam strategi penyerangan mereka. PSIM memanfaatkan momentum awal, meningkatkan kepercayaan diri, sementara Persijap berusaha untuk mengejar. Dengan statistik ini, panggung sudah siap untuk pertarungan yang mendebarkan saat kedua tim bertanding untuk supremasi di lapangan.
Kartu Kuning dan Merah
Musim ini, Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta menunjukkan gaya yang kontras, terutama dalam catatan disiplin mereka. Persijap Jepara telah mengadopsi pendekatan yang sangat kompetitif, dengan rata-rata empat kartu per pertandingan yang mencengangkan, dengan 100% berhasil melampaui 1,5 kartu. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mengadopsi gaya yang lebih terjaga, hanya mengelola dua kartu per pertandingan, juga mempertahankan tingkat di atas 1,5 kartu yang patut dipuji sebesar 92%. Namun, kedua tim telah dicatat untuk berbagai pelanggaran, dengan Jepara melihat 69% pertandingan melebihi tiga kartu, sementara PSIM berjuang untuk melewati dua. Saat musim berlanjut, dinamika ini membentuk takdir, menjanjikan pertandingan yang mendebarkan di depan.